Page Visits:
For Event Media Partner & Advertising with us, Please send us email: contact@infobdg.com






Streaming di WINAMP
Streaming di Blackberry
Also via NuxRadio
Recent Tweets @infobdg

Permib IT Telkom Proudly presents

TRY OUT SMBB TELKOM 2012
“E=mc2”

When:
5 Februari 2012
Jam 8.00

Where:
GSG IT Telkom

HTM:  10.000

Dapatkan Doorprize 3 Buah Handphone!

More info:
klik http://tryout.permibitt.com

Contact Person:
James 08724735393

Fully Supported by infobdg.com

Bandung - Taman identik dengan kembang alias bunga. Julukan Bandung sebagai “kota kembang” mungkin tidak asing lagi bagi warga asli kota Bandung, bahkan bagi para wisatawan dari luar kota Bandung. Namun apabila melihat dari jumlah taman kota yang terdapat di kota Bandung sungguh sangat memprihatinkan.

Idealnya sebuah kota yang sehat mempunyai 30% areal hijau di dalam kotanya, sedangkan kota Bandung hanya mencapai tidak kurang dari 8% areal hijau.

Pertanyaan selanjutnya adalah “dimana sebenarnya kembang-kembang itu berada sehingga Bandung dijuluki kota kembang?”.  Lucunya para wisatawan sering bilang begini, “pantes Bandung dijuluki kota kembang, banyak penjual bunga di malam minggu di setiap perempatan Dago. Whalah, kota kembang ternyata hanya dikaitkan dengan penjual bunga dadakan dan hanya seminggu sekali itu. Lalu dimana kembangnya? apakah di toko bunga? atau di Cihideung sana yang memang tempat pertanian bunga?. Kemungkinan lainnya adalah mungkin saja kembang yang dimaksud itu bukan kembang sungguhan, alias kembang dengan makna lain. Mungkinkah kembang yang dimaksud itu adalah mojang Priangan? yang tenar seantero Indonesia itu dengan predikat baik dan buruknya?.

Fakta yang menunjukkan bahwa pada mulanya gelar Bandung kota kembang memang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kembang atau bunga dalam arti sebenarnya. Pada awalnya pertama kali orang menghubung-hubungkan “kembang” dengan Bandung, rasanya di kota ini baru ada satu taman bunga. Pertanyaan yang muncul di awal kemudian muncul kembali, dimana sebenarnya letak kembang di kota Bandung?. Apakah hanya karena punya satu taman bunga saja berani memikul julukan Bandung kota kembang alias “bloemen stad” ?.

Dalam novel karya Remy Sylado yang berjudul “Parisj van Java, Darah, Keringat, Airmata”. Dalam novel ini menunjukan makna yang tersembunyi dari julukan Bandung kota kembang itu. Dengan latar belakang Hindia-Belanda, khususnya Bandung 1920-an, sepasang kekasih berjuang melawan sekelompok orang yang menjebak mereka dalam dunia “persundalan” (kata ini asli dikutip dari bukunya). Dalam buku karya kuncen Bandung, Haryoto Kunto, dia juga menyinggung soal ini namun tak berani dijabarkan dengan jelas olehnya.

Pada akhir abad ke 19, tepatnya tahun 1896, kampung Bandung (saat itu belum disebut kota) mendadak dapat kehormatan Pengurus Besar Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Gula (Bestuur van de Vereniging van Suiker Planters) yang berkedudukan di Surabaya, telah memilih kampung Bandung, buat tempat menyelenggaraan kongresnya yang pertama. “Kota” Bandung kelewat miskin dan sederhana buat memikul tanggung jawab sebagai pemyelenggara kongres. Bahkan pada masa itu orang-orang Belanda luar kota, sering menyebut Bandung sebagai Kottatje (kota mungil).

Akibat kurang komplitnya fasilitas “kota” Bandung maka orang yang paling khawatir pada saat itu adalah Meneer Jacob dari Panitia Kongres Seksi Sibuk. “Bagaimana sih caranya, agar Kongres mencapai sukses?” begitu persoalan teknis yang berkecamuk di otak tuan Jacob. Untunglah datang dewa penolong.

Dia adalah Meneer Schenk, seorang pendahulu Preanger Planters ( Tuan perkebunan/onderneming) di Priangan yang terkenal royal. Buat memeriahkan dan mensukseskan kongres, diboyongnya segudang Noni cantik Indo Belanda anak jadul dari Perkebunan Pasirmalang, buat menghibur peserta kongres. Maka dapat diramalkan dengan segera bahwa penyelenggaraan kongres menjadi ‘beres’ dan ’sukses besar’. Memang buat para Pengusaha Perkebunan Gula yang kebanyakan datang dari kota-kota Jawa Tengah dan Jawa Timur, berkongres di Bandung, benar-benar merasa “lekker kost zonder ongkos”.

Melalui mulut para peserta kongres inilah, Bandung disebut sebagai “De Bloem der Indische Bergsteden” (bunganya kota pegunungan di Hindia Belanda). Masih belum jelas apakah “Bloem” (bunga/kembang) yang diucapkan oleh para Pengusaha Perkebunan Gula ini, ditujukan kepada kota Bandung, ataukah gelar tersebut “persembahan” buat Noniek Noniek Geulis Indo Belanda dari Onderneming Pasirmalang? Entahlah cuma sejarah jualah yang lebih tahu. (Haryoto Kunto: Wajah bandoeng Tempo Doeloe)

Tety Kadi pernah menyanyikan lagu dengan syair seperti ini,

Kota kembang yang selalu sangat kurindukan

Disana aku dilahirkan, diasuh ayah bunda

Tiada pernah aku lupakan hingga dewasa…

Kalau menurut orang Sunda,

“henteu bukti henteu nyata, eta bohong ngarana” (tidak ada bukti, tidak nyata, itu bohong namanya). Bandung kota kembang, kata siapa?

Kutipan:

Haryoto Kunto, “Wajah Bandoeng Tempo Doeloe”

Remy Sylado, “Parisj van Java, Darah, Keringat, Airmata”

Sumber

Institut Teknologi Bandung, Proudly Presents:

ITB FAIR 2012

When:
Jumat-Minggu, 3-5 Februari 2012

Where:
Kampus ITB | Jalan Ganesha No. 10. Bandung

Rangkaian Acara:

1. Gema Inspirasi (4 Februari 2012 at SABUGA)

Kupas Tuntas technopreneur, creativepreneur, dan sociopreneur

2. Forum Satya Daya (4-5 Februari 2012 at SABUGA)

Wadah karya inovasi mahasiswa bersinergi dengan 3 pilar (pemerintah, akademisi dan pelaku industri) untuk kemandirian Indonesia.

3. Sociopreneur Competition (Pengumuman Pemenang: 3 Februari 2012 ITB)

Kompetisi karya nyata mahasiswa untuk peningkatan taraf hidup masyarakat

4. Ganesha Expo (3,4,5 Februari 2012 at Kampus ITB)

Problems Meet Solver, Pameran Karya, Proficio Award, Scholarship Fair

5. Pasar Malam (4-5 Februari 2012 at Kampus ITB)

Merasakan kembali hiburan rakyat yang mulai terlupakan

6. School Competition (3,4,5 Februari 2012 at Kampus ITB)

Lomba Karikatur/Komik, Ganesha Kidz, Pythagora Switch, Physics For Fun

7. Festival Kuliner (3,4,5 Februari 2012 at Kampus ITB)

Menjawab kerinduan akan cita rasa kuliner khas Indonesia

Media Social Community:
Twitter: @itbfair2012
Website: www.itbfair2012.com
Tumblr : itbfair2012.tumblr.com
Facebook: itbfair2012

Fully Supported by Infobdg

Sebagai warga Negara asli Indonesia, kita pasti mengetahui salah satu alat musik tradisional yang bernama Angklung. Angklung merupakan alat musik tradisional yang bernada ganda atau multitonal yang terbuat dari bambu yang telah lama dikenal di beberapa tempat di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Sedikit flash back untuk mengingatkan Anda bahwa Angklung secara resmi terdaftar dan diakui oleh PBB melalui UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan Non-bendawi Dunia dari Indonesia, tepatnya tanggal 18 November 2010 lalu.

Bertepatan dengan diakuinya Angklung oleh PBB tersebut, Dhany Irfansyah dan Yulius Wibowo menghadirkan sebuah aplikasi yang bisa memanjakan Anda dalam bermain angklung secara digital melalui iPhone, iPod Touch serta iPad milik Anda melalui aplikasi bernama iAngklung.

Aplikasi iAngklung bisa Anda unduh di App Store dengan Gratis Cara memainkan iAngklung ini hampir sama seperti Anda memainkan angklung pada umumnya, yaitu dengan menggoyangkannya. Selain dengan cara digoyangkan, angklung pada iAngklung ini bisa Anda mainkan dengan menggunakan jari kiri dan kanan Anda pada slide.

Fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi iAngklung adalah sebagai berikut :

  •     Estat instrumen dengan kualitas suara terbaik,
  •     Suara yang dioptimalkan untuk iPhone / iPod Touch speaker,
  •     Bisa dimainkan secara bersama dengan musik iPod lainnya,
  •     Terdapat Angklung Kalkulator pada halaman pengaturan.

Tertarik untuk belajar dan mencoba angklung digital ini? Bagi Anda yang penasaran ingin melihat bagaimana aplikasi iAngklung, bisa dilihat pada cuplikan video berikut :

[youtube id=”HpkVpWVPtGI” width=”600” height=”350”]

sumber

KAPI Jawa Barat bekerjasama dengan Pemkot Bandung akan menggelar kembali PESTA BUKU BANDUNG 2012.

Pesta Buku Bandung kali ini mengusung tema “NGARUMAT BUKU DI TANAH SUNDA”.

Acara akan berlangsung pada 1 s.d. 7 Februari 2012, di Landmark Convention Hall, Jl. Braga No. 129, Bandung.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menguhubungi sekretariat IKAPI Jabar, Jl, Ibu Inggit Garnasih No. 30 Bandung, Telp. 022. 522457272205000 Fax. 022.5224572, e-mail: pameran@ikapijabar.com.

Bagi calon peserta dan pendukung Pesta Buku Diskon 2011, dapat langsung menghubungi Agus Rosidin (Divisi Kepesertaan): 081220650909, Imat (Divisi Promosi): 08122173169, dan Adip (Divisi Acara): 081809992699