infobdg on tumblr

Month

March 2011

37 posts

Officially Launch New Website infobdg.com

image

Mar 31, 2011
SAEED CUP 2011

image

Mar 30, 2011
Mar 29, 2011
Mar 28, 20117 notes
Kaos Official Merchandise @infobdg :)

image

image

Pre-Order
Ukuran (distro): M,L,XL

Call: 022-76547474 // email: infobdg [at] yahoo.com

Mar 28, 20111 note
LIGHT METAFORINDUSTRIAL

image

HMPSTI UNPAR Proudly Present

”LIGHT METAFORINDUSTRIAL”

When:
31 Maret & 2 April

Where:
Plaza & GSG Unpar

Read More →

Mar 26, 20111 note
Padjadjaran Law Fair

image

Padjadjaran Law Fair
Tribute to Prof. Sri Soemantri

”Negara Hukum Berdasarkan Konstitusi”

When:
25-28 Maret 2011

Where:
UNPAD
Jl. Dipati ukur

Read More →

Mar 25, 20111 note
9 Coustic "ONETASTIC!"

image

When:
Selasa, 29 Maret 2011
Jam 9 Pagi - 9 Malam

Where:
Green Cafe
Jl. Diponegoro
(depan musem geologi)

Read More →

Mar 24, 20112 notes
Play
Mar 24, 201116 notes
Peristiwa Bandung Lautan Api

Surat Kabar De Waarheid sebagaimana dikutif Soeara Merdeka Bandung (Juli 1946) memberitahukan bahwa di Downingstreer 10. London, pada awal tahun 1946, Inggris menjanjikan penarikan pasukannya dari Jawa Barat dan menyerahlan Jawa Barat kepada Belanda, yang selanjutnya akan menggunakan sebagai basis militer untuk menghadapi Republik Indonesia.
Kesepakatn dua sekutu Inggris dan NICA (Nederlands Indie Civil Administration) Belanda itu memunculkan perlawanan heroic dari masyarakat dan pemuda pejuang di Bandung, ketika tentara Inggris dan NICA melakukan serangan militer ke Bandung. Tentara sekutu berusaha untuk menguasai Bandung, meskipun harus melanggar hasil perundingan dengan Republik Indonesia.
Agresi militer Inggris dan NICA Belanda  pun memicu tindakan pembumihangusan kota oleh para pejuang dan masyarakat Bandung.

Warga Bandung cinta kotanya yang indah, tetapi lebih cinta kemerdekaan….

Sekarang Bandung telah menjadi lautan api …………………………..
Mari, Bung … Bangun … Kembali ……


Tentara Sekutu dan NICA Belanda, yang menguasai wilayah Bandung Utara (wilayah di utara jalan kereta api yang membelah kota Bandung dari timur ke baratt), memberikan ultimatum (23` Maret 1946) supaya Tentara Republik Indonesia (TRI) mundur sejauh 11 km dari pusat kota (wilayah di selatan jalan kereta api dikuasai TRI) paling lambat pada tengah malam tanggal 24 Maret 1946. Tuntutan itu disetujui Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta, padahal Markas Besar di Yogyakarta telah memerintahkan TRI untuk mempertahankan setiap jengkal tanah Bandung. TRI dan masyarakat Bandung memutuskan untuk mundur ke selatan, tetapi sambil membumihanguskan Kota Bandung agar pihak musuh tidak dapat memanfaatkannya.

Pada siang tanggal 24 Maret 1946, TRI dan masyarakat mulai mengosongkan Bandung Selatan dan mengungsi ke selatan kota. Pembakaran diawali pada pukul 21.00 di Indisch Restaurant di utara Alun-alun (BRI Tower sekarang). Para pejuan dan masyarakat membakari bangunan penting di sekitar jalan kerata api dari Ujung Berung hingga Cimahi. Bersamaan dengan itu, TRI melakukan serangan ke wilayah utara sebagai “upacara” pengunduran diri dari Bandung, yang diiringi kobaran api sepanjang 12 km dari timur ke barat Bandung membara bak lautan api dan langit memerah mengobarkan semangat juang. Tekad untuk merebut kembali Bandung muncul di dalam hati setiap pejuang.

Sejarah heroic itu tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai peristiwa Bandung Lautan Api (BLA). Lagu Halo-halo Bandung ciptaan Ismail Marzuki menjadi lagi perjuangan pada saat itu. Akhirnya, NICA Belanda berhasil menguasai Jawa Barat sepenuhnya melalui Perjanjian Renville (17 Januari 1948) yang menekan Pemerintah Republik Indonesia untuk mengosongkan Jawa barat dari seluruh pasukan tentara Indonesia, menyusul kegagalan agresi militer 20 Juli – 4 Agustus 1947. NICA melanggar`gencatan senjata dan terus menggempur basis pertahanan tentara Indonesia hingga Januari 1948. Pasukan Indonesia (Divisi Sliwangi) terpaksa hijrah ke Jawa Tengah pada`tanggal 1 – 22 Pebruari 1948.


 

Cerita Lainnya..

Semenjak Jepang menyerah kepada Sekutu pada Perang Pasifik yang berlanjut dengan berkumandangnya proklamasi Republik Indonesia tentara Jepang di berbagai kota di Indonesia mulai dilucuti dan meninggalkan kota. Tentara Sekutu sebagai pemenang perang pun hadir dengan puluhan ribu tentara untuk mengawasi dan melucuti tentara Jepang di berbagai kota terutama Jakarta, Semarang dan Surabaya dengan yang dipimpin oleh tentara Inggris, dikomandoi Gubernur Jendral Mallaby.


Hadirnya Sekutu ternyata diboncengi oleh Netherlands Indische Civil Administration (NICA) yang masih ingin menguasai sebuah negara yang baru merdeka. Perang Revolusi Indonesia pun terjadi dengan semangat yang jauh lebih besar sebagai bangsa yang merdeka. Kota Surabaya menjadi pemicu perlawanan terhadap Sekutu dan NICA. 10 November 1945, tentara dan rakyat Indonesia bertempur habis-habisan mempertahankan kota hingga satu bulan lebih. Peristiwa tersebut kita kenang sebagai Hari Pahlawan.


Semarang pun tak luput dari usaha pendudukan kembali Belanda. Pertempuran rakyat dan TNI di Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 kita kenang dengan sebutan Palagan Ambarawa.


Bagaimana dengan Bandung? Bandung memilih jalan damai –ABCD, Anak Bandung Cinta Damai– meskipun semenjak hari proklamasi Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk, menyusul bulan Oktober Laskar Wanita Indonesia (LASWI) didirikan, hingga ke satuan Pelajar Pejuang. Di bidang perjuangan lainnya yaitu jalur diplomasi Oto Iskandar Di Nata memimpin cara damai agar Jepang keluar dari Bandung. Di saat yang sama Sekutu dan NICA juga telah hadir melucuti tentara Jepang dan berusaha menduduki kota Bandung.


Jalur diplomasi ternyata belum tentu disukai semua pihak. Tidak hanya Oto yang dikecam, masyarakat Bandung pun disindir sebagai orang lemah, tak punya semangat revolusi, tak berani mengangkat senjata, dan banyak sindiran lain terutama setelah peristiwa 10 November dan Palagan Ambarawa terjadi.
Perjuangan Oto mengakibatkan Sekutu dan NICA tidak berhasil secara de jure menduduki kota Bandung, namun Si Jalak Harupat malah diculik oleh Laskar Hitam yang kabarnya adalah usaha pihak yang tak suka dengan cara Oto di jaman revolusi tersebut. Musibah lain pun datang, sungai Cikapundung meluap menelan ratusan korban jiwa. Kesempatan ini dipakai oleh Sekutu dan NICA untuk menggempur kota Bandung dan menguasainya di akhir November 1945.


Jalan diplomasi tetap dilakukan, namun corong berani Si Jalak Harupat telah menghilang diculik bersama Residen Priangan, Walikota dan Ketua Komite Nasional Indonesia Priangan.


Tentara Republik Indonesia, Siliwangi, BKR, LASWI dan Pelajar Pejuang beserta rakyat bertahan mempertahankan kota, namun kondisinya semakin parah, hingga akhirnya keadaan semakin terpuruk selama dua bulan berikutnya. Sekutu dan NICA mulai menguasai kota secara de facto. Saat Tentara Republik Indonesia dipaksa menyerah dan meninggalkan kota sejauh radius 11km; Majelis Persatuan Perjuangan Priangan memutuskan untuk membakar kota untuk mencegah Sekutu dan Belanda mempergunakan fasilitas dan instalasi penting.


Kolonel Abdul Haris Nasution sebagai Komandan Divisi III Siliwangi menginstruksikan rakyat untuk mengungsi pada tanggal 24 Maret 1946. Malam harinya bangunan-bangunan penting mulai dibakar dan ditinggalkan mengungsi ke Bandung Selatan oleh sekitar 200.000 warganya. Kota Bandung yang terbakar ini juga disaksikan oleh istrinya Si Jalak Harupat yang masih menunggu kabar kepastian hilangnya sang suami. Warga mengungsi dengan membawa barang seadanya, sebagian mengatur perjalanan ungsian, sebagian menyelamatkan dokumen-dokumen kota, sebagian membakar gedung-gedung penting, bahkan meledakkan bangunan-bangunan besar, hingga instalasi militer pun dihancurkan, salah satunya gudang mesiu yang diledakkan oleh Mohammad Toha yang gugur bersama ledakan. Tengah malam kota Bandung yang terbakar telah ditinggalkan. Menyisakan kenangan perjuangan Bandung Lautan Api.


Peristiwa tersebut dikenang hingga kini. Mars Halo Halo Bandung diciptakan, monumen pun didirikan di lapangan Tegallega. Sineas pun tak luput menjadikan peristiwa tersebut dalam film “Toha Pahlawan Bandung Selatan”, sebuah film karya Usmar Ismail, juga film “Bandung Lautan Api” karya Alam Rengga Surawijaya. Tak ketinggalan penulis puisi W.S. Rendra juga mengabadikan dalam Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api


Tahun lalu, di bulan Juli 2005 seorang warga di jalan Mohamad Toha 236 menemukan tiga bom roket aktif tertimbun dalam tanah. Menurut pihak kepolisian di lokasi tersebut adalah bekas gudang mesiu yang dulu diledakkan oleh Mohamad Toha.

                                                   **

Sekilas Lintas tentang Konsep estetika stilasi Bandung Lautan Api Heritage Trail  

  Konsep bentuk, bangun dasar dari stilasi Bandung Lautan Api Heritage Trail, adalah prisma tegak, vertical diatas silinder piph, geometris sehigga pandangan keseluruhan menyerupai “TONGGAK atau “PILAR” yang eksak, ditengah bentuk-bentuk yang biasanya complicated dalam ruang urban. Dari kontras yang terjadi, diharapkan stilasi tersebut tumbuh menjadi eksistensi visual yang berarti sesuai dengan misinya sebagai tanda peringatan atau monumen. Teks bentuk “TONGGAK” atau “ PILAR” sangat penting terutama ketika dikaitkan kiranya tidak berlebihan jika stilasi  tersebut kita sebut sebagai `TONGGAK SEJARAH` atau `PILAR SEJARAH`.
Seperti kita pahami berasama, kehadiran stilasi Bandung Lautan Api Heritage Trail, adalah eksistensi sebuah tanda peringatan, ibarat sebuah pintu masuk menuju ruang kesejarahan, patut dirawat dan dipelihara agar benda ini lestari. (Sunaryo).
LOKASI 10 (SEPULUH) STILASI:


  Kantor Berita Domei (Jl. Ir. H. Juanda-Sultan Agung ); teks Proklamasi pertama kali dibaca oleh rakyat Bandung.”…. waktu itu saya sedang praktek luar ke Denki (PLN sekarang). Kebetulan kami melewati pertigaan jalan dago- Sultan Agung, gedung tinggi itu Kantor Berita Jepang, DOMEI. Disitu kami membaca pengumuman proklamasi. Saya masih ingat betul, itu tanggal 17 Agustus persis. Ditulis pada papan pengumuman, dengan kapur putih …” (Kolonel TNI (Purn.)Marcel Mohammad). 


Gedung Denis (Bank JABAR), Persimpangan Jl. Braga dan Naripan; insiden bendera yang dilakukan oleh E. Karmas dan Moeljono sekitar Oktober 1945. “… sampai diatas, lalu megang tiang bendera, ternyata saya berdua dengan Moeljono. Moeljono berteriak, “Terus, terus naik!” saya bingung. Waktu lihat kebawah, ngeri sekali. Untung saja, bendera terkulai, dan terpegang ujungnya. Moeljono memegang bendera, saya membuka bayonet, lantas bendera Belanda tersebut disobek bagian birunya. Ternyata banyak orang dibawah, saya agak besar hati karena tidak sendiri …” (M.E. Karmas).

Gedung Asuransi Jiwas Raya (Jl. Asia Afrika); dahulu markas Resimen 8.
“Tanggal 13 Oktober 1945, kurang lebih jam 9.00, pimpinan TKR sedang berapat di Gedung NILMIJ sebelah utara alun-alun. Tak diduga sebelumnya, dating konvoi pasukan komando … sangat disesalkan bahwa kami tidak diberitahu tentang kedatangan mereka … akhirnya kedatangan mereka dicurigai oleh semua badan perjuangan, meskipun mereka mengakui beiitikad baik untuk mengatur kembali Jepang dan membebaskan para tawanan Belanda,” (Kolonel TNI (Purn.) H. Daeng Kosasih Ardiwinata).

Rumah di Jl. Simpang; tempat perumusan serta diputuskannya pembumihangusan Kota Bandung.” … Kita disini asal bisa tidur, bisa makan. Sementara rapat, rapat, rapat, terus berjalan, membuat rencana. Kita sering berkumpul di Simpangsteeg… ada komandan resimen. Kumpul saja begini. Ada yang duduk diatas. Kita merencanakan disana.” (Kolonel TNI (Purn.) H. Daeng Kosasih Ardiwinata). 

Jalan Oto Iskandardinata-Jalan Kautaman Istri.
” … Keadaan Bandung sudah gawat, orang-orang tua sudah mengungsi ke daerah Selatan. Pemuda-pemudi turut berjuang, apakah itu dapur umum, Palang Merah atau angkat senjata, “ (Hendriati Kuntarsih)

 

Rumah dan Markas Kolonel Abdul Haris Nasution (Jl. Dewi Sartika).”… Kantor tempat saya bekerja dulu namanya Regentsweg, persis disamping kabupaten,”  (Jenderal TNI (Purn.) A.H. Nasution) 

Pertigaan Lengkong dalam – lengkong tengah; tempat tinggal warga Indo-Belanda
“… 6 Desember 1945, Lengkong Besar dibom oleh pesawat Thunderbolt Inggris. Banyak  orang Indo Belanda yang tinggal di daerah ini,” Sungai Cikapundung, saksi bisu musibah banjir.”… waktu itu saya masuk PMI. Cikapundung Banjir besar sekali. Babakan Ciamis, lengkong, Sasak gantung. Kami diserang oleh Inggris, mereka membombardir dari Homann,” (Karman Somawidjaja)

 

Jalan Jembatan Baru; Garis Pertahanan pemuda pejuang saat terjadintya pertempuran lengkong.
“… Saya ingat, pada hari minggu mereka menyerang ke jurusan lengkong. Kami bertahan antara Jembatan Baru dari Jam 8 pagi sampai 2 siang. Kami kalah kuat, ada serangan pesawat Mustang. Malah antara Ciateul-Haji Umar diserang Bom,” (Endang Momo)

 


SD ASMI (Jl. Asmi); markas Pemuda Pejuang sebelum Peristiwa Bandung Lautan Api.
”… Markas Pemuda PESINDO dan BBRI berada di Gang Asmi, ya di SD Asmi itulah. Keakraban diantara kami ditunjukan lewat tukar menukar senjata, ‘ (Upin UMri).
   


Jalan Mohammad Toha; gedung pemancar NIROM yang digumakan untuk menyebarkan Proklamasi RI ke seluruh Indonesia dan dunia.
”… kemudian Pak Darya menulis surat kabar Bandung, bahwa beliau berhasil menyiarkan lagu Indonesia Raya dan teks Proklamasi sehingga terdengar ke seluruh dunia. Bahkan ada orang Indonesia di Arab yang menyurati beliau, ‘Terima kasih, karena saya tahu dari radio Bandung’ …” (M.E. Karmas).


Sumber:
Bandung.go.id
Photo: Bandoeng Tempoe Doloe
Blog

Mar 24, 201110 notes
Kompetisi Futsal Antar Club Mobil Se-Bandung

image

When:
24-25 Maret

Where:
Lapangan Futsal Meteor Antapani

Read More →

Mar 23, 2011
Lodaya City Rally 2011

image

Lodaya City Rally 2011

”Global Road Safety”

When:
27 Maret 2011
07.30-selesai

Where:
MAPOLDA JABAR
Jl. Soekarno hatta
Bandung

Read More →

Mar 23, 2011
Bandung Economic Experience 2011

image

When:
1-2 April 2011

Where:
Ruang Audio Visual UNPAR

Read More →

Mar 22, 20112 notes
"Earth Hour Bandung" 26 Maret 2011 » 20.30-21.30

image

Untuk Bumi Kita

Ayo Matikan Lampu Pada Sabtu, 26 Maret 2011 Jam 20.30-21.30 (1 Jam)

Read More →

Mar 22, 201137 notes
WORKSHOP & LOMBA FOTO "Witness 7 Wonder of the World"

image

When:
Sabtu, 26 maret 2011 
(pk. 10.00-14.00)

Where:
Eqlips
Jl. Pelajar Pejuang No 119
(Piset Mall)

Read More →

Mar 21, 20114 notes
CAREER EXPO 2011

image

CAREER EXPO 2011

Bursa Tenaga Kerja
TEST TOEFL dan Psikotes Gratis
Tes Seleksi Masuk / Recruitment


When:
24-26 Maret 2011
Jam 09.00-15.00

Where:
GSG dan Gedung 9 
Universitas Parahyangan (UNPAR)
Jl Ciumbuleuit No. 94
Bandung

Read More →

Mar 21, 20118 notes
The Experience Brothers “Eye Contact Concert 2011″

Brothers Records Present:
The Experience Brothers “Eye Contact Concert 2011″

When:
Saturday, April 2nd, 2011

Where:
Concordia Room Bumi Sangkuriang
Jl. Kiputih No. 12 Ciumbuleuit, Bandung – Indonesia

“Featuring Funtastic Four Secret Guests Star”

Read More →

Mar 19, 2011
Bazaar FTI Unpar Present "PESTA RAKJAT 2011"

image

When:
28-29 Maret 2011
Jam 16.00 WIB

Where:
Universitas Parahyangan (UNPAR)
Jl. Ciumbuleuit 94 
Bandung

Read More →

Mar 19, 20113 notes
Audisi MTV VJ HUNT 2011

image

Mar 16, 20113 notes
Hunting Foto "GLAW Back to Nature"

image

Hunting Foto “GLAW Back to Nature”

When:
19 Maret 2011
09.00 - Selesai

Where:
Dago Pakar

Read More →

Mar 16, 20112 notes
Next page →
2012 2013
  • January 4
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2011 2012 2013
  • January 46
  • February 8
  • March
  • April
  • May
  • June 19
  • July 9
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2010 2011 2012
  • January 12
  • February 32
  • March 37
  • April 24
  • May 27
  • June 27
  • July 30
  • August 10
  • September 10
  • October 16
  • November 19
  • December 24
2010 2011
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May 10
  • June 10
  • July 4
  • August 3
  • September 2
  • October 7
  • November 13
  • December 9