-
SMPN 7 Ciptakan Robot Hemat Energi
BANDUNG – Sembilan siswa SMPN 7 Bandung menciptakan robot hemat energi pada ajang The 13th International Robotic Olympiad di Jakarta, yang berlangsung hari ini hingga Minggu (18/12) mendatang.
Kepala SMPN 7 Bandung Nandy Supriyadi melepas keberangkatan tim,di Jalan Ambon, Kota Bandung, kemarin sore. Nandy berharap agar timnya dapat melakukan yang terbaik. Keenam tim itu akan berkompetisi dengan ribuan karya yang diikutkan berbagai sekolah di seluruh Indonesia dan 13 negara peserta lain.
Dari SMP ini, diikutsertakan tiga orang untuk bertanding di kategori yunior, sementara enam siswa lainnya dibagi ke dalam tiga tim untuk kategori challenge. Salah satu pembimbing, Rachmat Nurcahyadin,mengatakan produk-produk robot buatan siswanya akan dipertandingkan di kategori baru ajang tersebut yakni Energy Saving Robot.
“Seperti yang selama ini digalakkan oleh SMPN 7 Bandung, yakni penghematan energi ramah lingkungan, kami mengarahkan siswa agar menciptakan rakitan robot hemat energi,” kata Rachmat. Dirinya optimistis akan menang membawa medali emas, perak, dan perunggu bagi tiap tim.
Menurut Rachmat, keenam siswa tersebut merupakan hasil seleksi dari 400 siswa yang kemudian dibekali latihan intensif selama tiga bulan. Rachmat juga menyebutkan, pihaknya dan keenam tim meriset komponen robot dari dasar, tanpa meniru dari komponen robot manapun yang sudah ada.
“Komponen yang kami temukan pun masih rahasia,namun prinsipnya kapasitor harus seperti kincir angin yang tidak dapat berputar kalau tidak ada air yang mengalir deras,”jelasnya. Dia menambahkan,kriteria robot untuk perlombaan nanti adalah yang menggunakan bahan dasar paling ringan dan komponen paling hemat energi.
Dengan total biaya Rp15 juta, pihaknya memberi latihan dan pembekalan kepada para siswa agar mampu mengikuti ajang robot yang bergengsi di ranah internasional tersebut dengan baik. “Kami juga memberikan latihan kemampuan mempresentasikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris tentang kelebihan robotnya,” ujar Rachmat.
Salah satu peserta, Arya Putra Rizkia Akbar,13,yang tengah menguji kemampuan sensor robotnya di laboratorium robot menjelaskan cara kerja ”Robot Delman Tenaga Surya”- nya.“Kami memilih bahan styrofoam, karet anti selip, dan motor yang ringan untuk merakit delman ini. Sebelumnya telah dicoba penggunaan dinamo langsung, CD untuk ban, dan bekas gulungan selotip,tapi tidak efisien,”ungkap Arya.
Di bawah sinar 63 lampu berdaya 2.000 watt, robot dengan panel surya di atasnya bergerak 1 meter per menit sesuai sensor mengikuti rel yang berbentuk garis di bawahnya. Dia menjelaskan,“Sensornya terdiri dari dua pasang LED dan sensor reflector yang menyerap dan memantulkan cahaya sehingga dapat berbelok.”Sumber: seputar indonesia










