
SINOPSIS
Dalang kriminal baru telah tiba -Professor Moriarty (Jared Harris) - tidak hanya memiliki intelektual yang sama dengan Sherlock Holmes (Robert Downey Jr), namun kapasitasnya kejahatan dan tidak memiliki hati nurani, dapat memberinya keuntungan lebih dari detektif terkenal tersebut
Kematian putra mahkota Austria awalnya dianggap sebagai bunuh diri. Namun Holmes menduga bahwa Pangeran telah menjadi korban pembunuhan - sebuah pembunuhan yang merupakan satu bagian kecil dari teka-teki yang dirancang oleh Professor Moriarty
Gabungan antara pekerjaan dan kesenangan, Holmes melacak semua petunjuk menuju ke klub pria, dimana ia dan kakaknya, Mycroft Holmes (Stephen Fry) merayakan malam bujang bagi Dr. Watson (Jude Law). Disana Holmes bertemu Sim (Noomi Rapace), seorang peramal Gypsy yang melihat lebih dari yang ia katakan dan tanpa ia sadari telah menjadi target pembunuh Pangeran yang berikutnya. (sumber: 21cineplex.com)
Sherlock Holmes 2 “A Game of Shadows” Trailer
[youtube id=”QU0SEeQJy0c” width=”600” height=”350”]
REVIEW
Nah film yang merupakan sequel dari Sherlock Holmes (2009) lalu ini bisa dikategorikan “worth to watch” deh. Bagi kamu yang belum sempat menyaksikan Sherlock Holmes pertama, ga perlu takut karena memang alur ceritanya tidak banyak berhubungan dengan film sebelumnya. Dengan genre action mystery comedy, Sherlock Holmes 2 ini memiliki alur cerita, visual effect dan comedy act yang lebih baik dari film sebelumnya. The Internet Movie Database (IMDb) dalam websitenya pun memberikan rating lebih tinggi daripada film sebelumnya.
Pada menit-menit awal kita akan sedikit disulitkan untuk menemukan alur cerita film yang disutradarai oleh Guy Ritchie ini. Maklum selain pemilihan kata-kata yang cukup rumit dalam conversationnya sehingga saat ditranslate dalam Bahasa Indonesia menjadi sulit dimengerti, film ini pun memang “memaksa” kita untuk menebak jalan ceritanya yang mana sangat-sangat sulit ditebak. Tapi hal ini tidak akan sampai membuat kamu bosan, bahkan menjadi semakin menarik ditambah dengan kemampuan acting Robert Downey Jr. yang lucu dan unik akan menutupi semua itu. Ada sesuatu yang sebenarnya simpel namun menarik untuk diperhatikan adalah banyaknya pemilihan kata-kata yang “belibet” namun elegan, khas film-film berlatar British abad pertengahan.
Robert Downey Jr. sendiri sukses menghidupi peran Sherlock Holmes dengan akting nya yang tampak stress cenderung melawak namun jenius, meski tidak segila Captain Jack Sparrow dalam franchise movie Pirates of Carribean tentunya. Jude Law (Dr. John Watson) yang menjadi partnernya dalam membasmi kejahatan pun berperan besar dalam suksesnya film ini. Berperan sebagai partner yang lebih waras, Dr. Watson cenderung menjadi korban kegilaan Holmes yang mana ini menjadi bumbu komedi yang sangat lucu.
Visual effect? hmmm ini yang luar biasa. Sherlock Holmes (2009) lebih menekankan pada alur cerita, tapi pada sequel ini memberi extra visual effect yang lebih untuk dinikmati para moviemania. Bahkan ada scene selama kurang lebih 3 menit saat Holmes, Watson dan teman-temannya dikejar di hutan oleh antek-antek Prof. Morriarty yang bisa dikatakan “ajang pamer” dapur visual effect Warner Bros. Cukup untuk kita berkata “waaah keren ya” saat menonton film ini.
Terakhir, ending film ini sangat menarik. Pendapat saya pribadi, one of best movie ending I’ve ever watch.
Ceritanya …………………….. tebak sendiri!
Just watch and give your own review ya moviemania! :)
Glenn Samuel Sabath - infobdg