-
Preview Film : Contraband
“What would you hide to protect your family?”
SYNOPSIS :
Chris Farraday (Mark Wahlberg) harus kembali ke dunia kriminal saat saudara iparnya, Andy (Caleb Landry Jones) terlibat masalah hutang dan obat terlarang dengan bos mafia yang kejam, Tim Briggs (Giovanni Ribisi). Semua terjadi sangat cepat, Chris harus menggunakan kemampuan terbaiknya untuk menelusuri jaringan kriminal yang brutal sebelum pembunuh bayaran menjadikan istrinya, Kate (Kate Beckinsale) dan anaknya menjadi sasaran selanjutnya.
http://www.contrabandmovie.net/
Directed by: Baltasar Kormákur
Cast: Mark Wahlberg, Kate Beckinsale, Giovanni Ribisi, Ben Foster, JK Simmons, Diego Luna, Lukas Haas
Duration: 110 minTRAILERS :
[youtube id=”dFOBpZcJh1M” width=”600” height=”350”]
HAPPY WATCHING
You Are What You’ve Seen :)
-
Preview Film : Underworld, Awakening
“Vengeance returns”
SYNOPSIS :
Perlawanan besar-besaran terjadi untuk memberantas Vampir & Lycan ketika manusia menemukan keberadaan kedua makhluk tak bisa mati tersebut. Kali ini, Selene (Kate Beckinsale), yang berhasil kabur dari penjara, mengambil kendali dan memimpin klan Vampir melawan manusia. Manusia, Vampir, atau Lycan yang bisa bertahan?
http://www.entertheunderworld.com/
Directed by: Måns Mårlind, Björn Stein
Cast: Kate Beckinsale, Sandrine Holt, Michael Ealy, India Eisley, Charles Dance
Duration: 89 minTRAILER :
[youtube id=”tUcrbUCWKQc” width=”600” height=”350”]
Sumber : Blitz Megaplex
HAPPY WATCHING
You Are What You’ve Seen :)
-
Film Indonesia Masuk Nominasi Berlin Film Festival 2012.
Kabar membanggakan kembali datang dari perfilman Indonesia. Film yang dibintangi Nicholas Saputra, ‘Kebun Binatang’ berhasil masuk nominasi di festival film bergengsi Berlin International Film Festival 2012.
‘Kebun Binatang’ (Postcards From The Zoo) disutradarai oleh Edwin yang juga mengarahkan film ‘Kara’, ‘Anak Sebatang Pohon’, ‘The Blind Pig Who Wants To Fly’. Selain dibintangi Nicholas Saputra, film tersebut juga menampilkan aktris Ladya Cheryl sebagai pemeran utama wanita.
‘Kebun Binatang’ akan bersaing dengan film dari Spanyol ‘Dictado’ (Childish Games), ‘Jin ling Shi San Chai’ (The Flowers Of War)’ dari China, ‘Extremely Loud And Incredibly Close’ (Amerika Serikat) dan ‘Captive’ (Perancis).
Film-film tersebut merupakan lima film pertama kategori ‘Competition’ yang telah diumumkan Festival Film Internasional Berlin ke-62. Kategori tersebut terdiri dari film fitur-panjang yang belum dirilis di negara asal.
Film yang masuk nominasi di kategori ‘Competition’ bersaing untuk beberapa hadiah, termasuk Golden Bear untuk film terbaik dan serangkaian Silver Bear untuk akting, penulisan dan produksi.
Selain itu lima film untuk kategori Berlinale Special juga telah diumumkan. Nominasinya antara lain film dokumenter AS karya Werner Herzog ‘Death Row’, ‘Don â The King Is Back’ (India, Jerman), ‘Keyhole’ (Kanada), ‘La chispa de la vida’ (Spanyol), dan film dokumenter ‘Marley’ (Inggris, AS).
Berlin International Film Festival adalah salahsatu film festival yang paling bergengsi di dunia yang digelar di Berlin, Jerman dan didirikan sejak 1951.
-
The Darkest Hour, Invasi Alien ke Bumi
The Darkest Hour
Jenis Film: Sci-Fi/Drama
Pemain: Emile Hirsch, Max Minghella, Olivia Thirlby, Rachael Taylor
Sutradara: Chris Gorak
www.darkesthourmovie.comSinposis Cinema 21:
Kisah Alien sepertinya masih menjadi tema yang menarik bagi sineas Hollywood untuk diangkat kelayar lebar. Kali ini Timur Bekmambetov (produser) mempersembahkan The Darkest Hour yang menggambarkan sosok mahluk luar angkasa ini dengan bentuk yang berbeda.
Dengan setting kota Moskow, The Darkest Hour mengisahkan tentang perjuangan Sean (Emile Hirsch) dan Ben (Max Minghella), serta Natalie (Olivia Thirlby) dan Anne (Rachel Taylor) yang berusaha menyelamatkan diri dari alien yang sangat sadis dan mematikan.
Keempat anak muda asal Amerika itu tidak berdaya saat alien yang tidak terlihat mata itu mulai membantai warga Moskow. Bersama Skyler (Joel Kinnaman) mereka mencoba mencari cara untuk bisa selamat sambil mencari tahu bagaimana melawan alien yang awal kedatangan nya nampak terlihat seperti cahaya lampu yang indah.
Petunjuk pun mulai terbuka saat seorang ahli listrik Sergei (Dato Bakhtadze) menemukan cara bagaimana menghindari alien dan menciptakan senjata untuk membunuhnya. Lalu bagaimana dengan nasib penduduk dunia, apakah mereka juga mengalami nasib yang sama dengan Moskow.
Secara keseluruhan The Darkest Hour adalah tontonan yang menegangkan. Dari awal Anda sudah disajikan adegan yang mencekam, walaupun ketegangan tidak terjaga sampai film berakhir, namun Chris Gorak yang bertugas sebagai sutradara berhasil membuat Anda masuk kedalam film dengan menggambarkan suasana Moskow yang hening pasca serangan alien.
Review:
Kesan pertama liat poster film ini gue langsung nebak ini adalah film horor, judulnya pun menunjang tebakan gue. Ternyata 100 % salah besar. Film ini penuh dengan special effects action , sang sutradara Chris Gorak pun gak mau berlama-lama memainkan drama pada awal film. Kita sudah diajak gelap-gelapan walaupun hanya sebentar.Bercerita tentang invasi alien ke bumi untuk mengambil energi dengan cara membunuh semua manusia. Namun ‘untung’nya tidak semuanya, karena yang bertahan hidup ternyata banyak. Bahkan di Moscow, mereka bersatu untuk melawan Invinsible Alien ini.
Untuk ukuran film 3D, rasanya kurang banyak terasa animasi atau efek yang membuat gue merasa berada dalam scene film ini. Tapi untuk urusan mengagetkan penonton, film ini juara banget. Kenapa? salah satunya adalah kita akan berasa seperti kena laser dari alien. Superb Special Effects!
Mengambil setting di Moscow, Rusia membuat film ini sedikit berbeda dari film hollywood lainnya. Atmosphere Rusia sudah terasa semenjak film ini muncul, yaitu ketika pembukaan film dengan memunculkan nama-nama pemain maupun yang lain. Perhatikan efek teks yang berubah dari huruf-huruf Rusia menjadi huruf standar.
Kelemahan dari film ini adalah pada plotnya, kebanyakan terasa banget dipaksakan dengan alasan yang kurang rapi. Selain itu juga akting para pemain terkesan biasa-biasa aja, gak ada pengembangan dari awal hingga akhir. Akhir dari film ini juga membuat gue penasaran gimana akhirnya manusia bisa mengusir Alien-alien itu.
Satu quotes dari film ini yang gue suka, yaitu dialog dari Sean: “Team work makes the dream work” (Bekerja bersama-sama membuat mimpi menjadi kenyataan)
Worth to watch? Yes, kalau lagi pengen ke nonton bioskop.
Okey, Selamat bertempur melawan Alien, I’ve to make my own Alien Buster Weapon with my Glass..
Trailers:
[youtube id=”VUznviXV-U8” width=”600” height=”350”] -
Sherlock Holmes 2 “A Game of Shadows”
SINOPSIS
Dalang kriminal baru telah tiba -Professor Moriarty (Jared Harris) - tidak hanya memiliki intelektual yang sama dengan Sherlock Holmes (Robert Downey Jr), namun kapasitasnya kejahatan dan tidak memiliki hati nurani, dapat memberinya keuntungan lebih dari detektif terkenal tersebut
Kematian putra mahkota Austria awalnya dianggap sebagai bunuh diri. Namun Holmes menduga bahwa Pangeran telah menjadi korban pembunuhan - sebuah pembunuhan yang merupakan satu bagian kecil dari teka-teki yang dirancang oleh Professor Moriarty
Gabungan antara pekerjaan dan kesenangan, Holmes melacak semua petunjuk menuju ke klub pria, dimana ia dan kakaknya, Mycroft Holmes (Stephen Fry) merayakan malam bujang bagi Dr. Watson (Jude Law). Disana Holmes bertemu Sim (Noomi Rapace), seorang peramal Gypsy yang melihat lebih dari yang ia katakan dan tanpa ia sadari telah menjadi target pembunuh Pangeran yang berikutnya. (sumber: 21cineplex.com)
Sherlock Holmes 2 “A Game of Shadows” Trailer
[youtube id=”QU0SEeQJy0c” width=”600” height=”350”]
REVIEW
Nah film yang merupakan sequel dari Sherlock Holmes (2009) lalu ini bisa dikategorikan “worth to watch” deh. Bagi kamu yang belum sempat menyaksikan Sherlock Holmes pertama, ga perlu takut karena memang alur ceritanya tidak banyak berhubungan dengan film sebelumnya. Dengan genre action mystery comedy, Sherlock Holmes 2 ini memiliki alur cerita, visual effect dan comedy act yang lebih baik dari film sebelumnya. The Internet Movie Database (IMDb) dalam websitenya pun memberikan rating lebih tinggi daripada film sebelumnya.
Pada menit-menit awal kita akan sedikit disulitkan untuk menemukan alur cerita film yang disutradarai oleh Guy Ritchie ini. Maklum selain pemilihan kata-kata yang cukup rumit dalam conversationnya sehingga saat ditranslate dalam Bahasa Indonesia menjadi sulit dimengerti, film ini pun memang “memaksa” kita untuk menebak jalan ceritanya yang mana sangat-sangat sulit ditebak. Tapi hal ini tidak akan sampai membuat kamu bosan, bahkan menjadi semakin menarik ditambah dengan kemampuan acting Robert Downey Jr. yang lucu dan unik akan menutupi semua itu. Ada sesuatu yang sebenarnya simpel namun menarik untuk diperhatikan adalah banyaknya pemilihan kata-kata yang “belibet” namun elegan, khas film-film berlatar British abad pertengahan.
Robert Downey Jr. sendiri sukses menghidupi peran Sherlock Holmes dengan akting nya yang tampak stress cenderung melawak namun jenius, meski tidak segila Captain Jack Sparrow dalam franchise movie Pirates of Carribean tentunya. Jude Law (Dr. John Watson) yang menjadi partnernya dalam membasmi kejahatan pun berperan besar dalam suksesnya film ini. Berperan sebagai partner yang lebih waras, Dr. Watson cenderung menjadi korban kegilaan Holmes yang mana ini menjadi bumbu komedi yang sangat lucu.
Visual effect? hmmm ini yang luar biasa. Sherlock Holmes (2009) lebih menekankan pada alur cerita, tapi pada sequel ini memberi extra visual effect yang lebih untuk dinikmati para moviemania. Bahkan ada scene selama kurang lebih 3 menit saat Holmes, Watson dan teman-temannya dikejar di hutan oleh antek-antek Prof. Morriarty yang bisa dikatakan “ajang pamer” dapur visual effect Warner Bros. Cukup untuk kita berkata “waaah keren ya” saat menonton film ini.
Terakhir, ending film ini sangat menarik. Pendapat saya pribadi, one of best movie ending I’ve ever watch.
Ceritanya …………………….. tebak sendiri!
Just watch and give your own review ya moviemania! :)
Glenn Samuel Sabath - infobdg











